CHANGE COLOR
  • Default color
  • Brown color
  • Green color
  • Blue color
  • Red color
CHANGE LAYOUT
  • leftlayout
  • rightlayout
SET FONT SIZE
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Customise your homepage

sekolah kesehatan

Home News Keluarga sehat

Keluarga sehat



Menghindari Pikun

E-mail Print PDF

Menghindari pikunOrang yang punya level vitamin D cukup dalam tubuhnya, cenderung akan terhindar dari penyakit pikun atau Alzheimer di masa tua. Selain kadar vitamin D yang cukup, masih harus ditambah lagi dengan aktivitas gerak badan secara teratur. 

Demikian hasil riset yang dipaparkan dalam konferensi internasional tentang penyakit Alzheimer di Hawai, Amerika. Alzhemair atau pikun kerap terjadi pada orang yang menginjak usia di atas 60 tahun. 

Read more...
 

Olah Raga Mengurangi Resiko Amnesia

E-mail Print PDF
amnesiaTak ada lagi alasan untuk malas berolahraga. Selain tubuh lebih bugar dan sehat, kemampuan otak juga akan meningkat.

Tak percaya? Studi mutakhir yang dilakukan ilmuwan dari Amerika Serikat membuktikan olahraga bisa membantu pembentukan sel-sel baru di daerah otak yang berkaitan dengan kemampuan mengingat.

Hasil percobaan yang dilakukan pada tikus menunjukkan pertumbuhan sel di daerah otak yang bernama dentate gyrus, bagian dari hippocampus atau pusat syarat. Pada manusia, dentate gyrus ini sangat dipengaruhi oleh usia, terutama dalam hal kemampuan mengingat yang mulai menurun saat seseorang berusia 30-an tahun.

Dalam risetnya, para peneliti menggunakan scan MRI (magnetic resonance imaging) untuk membantu melihat proses otak yang terjadi pada tikus percobaan. Dengan cara yang sama, peneliti juga memakainya pada otak manusia sebelum dan sesudah olahraga. Hasilnya, ditemukan pola yang sama baik pada otak manusia dan tikus.

"Sebelumnya tidak ada studi yang meneliti perbedaan sistematis pada daerah otak di hippocampus dan menentukan bagian otak mana yang terpengaruh olahraga," kata Dr.Scott Small, seorang ahli syaraf dari Universitas Columbia Medical Center, New York, AS.

Setelah berhasil melihat proses yang terjadi pada tikus, para peneliti kemudian melakukan penelitian pada manusia. Mereka melibatkan 11 relawan bertubuh sehat yang diminta untuk melakukan aerobik teratur selama tiga bulan. Adapun otak mereka dipotret menggunakan MRI sebelum dan setelah melakukan program aerobik ini. Tim peneliti juga mengukur kemampuan tubuh tiap relawan dengan mengukur volume oksigen di tubuh mereka sebelum dan setelah program latihan.

Ternyata berdasarkan hasil MRI, olahraga melancarkan peredaran darah ke daerah dentate gyrus dan semakin bugar seseorang, semakin lancar aliran darahnya.

"Penelitian lanjutan yang akan kami lakukan adalah menentukan jenis latihan apa yang paling bermanfaat untuk meningkatkan ingatan dan mengurangi kepikunan. Semoga kelak para dokter bisa menyarankan pasiennya yang mulai mengalami penurunan ingatan untuk berolahraga," kata Small.
Last Updated ( Sunday, 08 November 2009 06:40 )
 

Mengatasi Alergi Obat

E-mail Print PDF

IBARAT makan buah simalakama, alergi obat memang sangat merepotkan. Jika tidak diminum, penyakit tidak sembuh dan semakin merajalela, jika diminum akan menimbulkan alergi.

Penelitian terhadap alergi obat sudah sering kali dilakukan. Beberapa penelitian mengungkapkan reaksi yang tidak diinginkan pada penggunaan obat terjadi sekitar dua persen dari sejumlah pasien yang mengonsumsi obat. Reaksi alergi obat ini biasanya ringan.

Last Updated ( Wednesday, 16 December 2009 11:23 ) Read more...
 

Vitamin D Tekan Risiko Kanker Payudara

E-mail Print PDF
SUATU riset terbaru mengindikasikan bahwa peningkatan konsumsi vitamin D melalui asupan makanan dan paparan terhadap sinar matahari berkaitan dengan berkurangnya risiko kanker payudara.

Seperti dilaporkan American Journal of Epidemiology, Senin (20/10), pemberian vitamin D dapat menekan kehadiran hormon reseptor kanker, yakni reseptor estrogen (ER) dan reseptor progesteron (PR).

Hormon reseptor dapat dianalogikan sebagai telinga dalam sel payudara yang akan mendengarkan sinyal dari hormon. Ketika sinyal memerintahkan tumbuh, sel kanker akan berkembang pada sel payudara yang mengandung reseptor.

Kanker akan disebut ER-positive ( ER+ ) apabila penyebab berkembangnya adalah akibat adanya reseptor untuk hormone Estrogen. Sementara itu, bila penyebab berkembangnya adalah adanya reseptor untuk hormon progresteron, disebut PR-positive (PR+).
   
Riset yang mengaitkan asupan vitamin D dengan kehadiran hormon reseptor itu dilakukan oleh Blackmore KM dan rekannya dari Mount Sinai Hospital di Ontario, Kanada.

Riset dilakukan dengan cara membandingkan 758 penderita kanker payudara dan 1.135 partisipan kontrol yang tidak mengidap penyakit tersebut. Para peneliti menemukan bahwa partisipan yang asupan vitamin D-nya tinggi mengalami  26 persen penurunan risiko kanker payudara ER dan PR, dan 21 persen penurunan risiko tumor ER atau PR.

Studi tersebut juga mengindikasikan bahwa vitamin D berkaitan dengan pengurangan risiko kanker payudara tanpa mempedulikan apakah status tumornya ER atau PR.

Vitamin D ditemukan pada jenis makanan, seperti minyak ikan, makanan yang difortifikasi, seperti jus, sereal, dan susu, serta diperoleh dengan cara lain, seperti paparan terhadap sinar matahari.
Last Updated ( Sunday, 08 November 2009 06:44 )
 

Daftar Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday18
mod_vvisit_counterYesterday64
mod_vvisit_counterThis week18
mod_vvisit_counterLast week375
mod_vvisit_counterThis month1125
mod_vvisit_counterLast month1884
mod_vvisit_counterAll days36080

Contact


Silahkan kontak kami disini




Pesan anda